Ketika sahabatmu menipuku

Sahabat itu bersama,
Bersama mengulurkan tangan. (bohong!!)

Sahabat itu bersama,
Bersama meski hanya diterangi lilin. (tipu!!)

Sahabat itu seperti ini, (bukan mi sahabat ini kayanya…lebih mi dari sekedar sahabat..hahahaha)

atau seperti ini

Bahagia meski sahabat.mu pernah menipuku dan kutahu tujuan.nya mengapa harus menipuku..
Beritahu sahabat.mu, terima kasih…

(maafkan ka,, sy cuma lagi tdk ada ide, tdk punya sesuatu untuk sy tulis, masalahnya otak.ku kutinggalkan dirumah tadi, makanya nulis sembarang mi..nda punya maksud apa2 ji, cuma menuangkan sedikit rasa kecewa agar tidak tinggal lama di hati..)

FatzMursidin

Be Sociable, Share!

    You may also like...

    4 Responses

    1. bocahnakal says:

      kecewa???

      itu hal yang lumrah…tapi jangan pernah memendam lama rasa kecewa itu, apalagi kecewa itu mengenai “hati” kali..

      jangan pernah terlalu berharap lebih dengan sahabat…karna belum tentu sahabat yang engkau dapatkan itu sahabat sejati,dimana saat kamu sepi,sedih dll dia ada.

      teruslah berkarya…

      semangat..

    2. FatzMursidin says:

      Tidak jii,, sudah sy lupa mi sebenarnya, tapi hari ini gara2 Itha jadi teirngat lagi peristiwa menjengkelkan itu…katanya sahabat, kok menipu???

    3. bocahnakal says:

      hmmm……sahabat= teman biasa

    4. Itha_Rusly says:

      Buaknnya Kau FatZ yang menyuruhku untuk menghubungi Sahabatmu Itu….Sungguh panas telingaku mendengarkan itu…

      Mungkin lebih Baik Jika kita Menyebutnya Sebagai Sahabat Sesaat..
      Tapi itulah Dia mungkin dia Bahagia dengan Tingkahnya selama ini..

      hahaha Tersenyumlah untuk menegenang dirinya…
      Yang Jelas tak akan lagi tertipu untuk ke dua kalinya…..

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *