Merindunya..

Renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajahnya. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan. Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do’a-do’a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun tak lagi sekuat dulu, simbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan.

Betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah SWT.

Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do’a terhatur untukmu. Ampuni diri yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda. Bukakanlah pintu ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku.

–Inspirasi dari lagu.nya Ada Band, Pesona Potretmu..

Be Sociable, Share!

    You may also like...

    1 Response

    1. bocahnakal says:

      tuluskah kata-kata ini????

      rindu….tak bisa lagi terobati….
      jika orang yang di sayangi tak ada lagi di dunia ini…

      Bener,khan???

      maka dari itu…sayangilah Ia…sebagaimana Ia Menyayangimu di waktu kecil hingga saat ini…

      T_T

      T_T

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.