Arisan Cehaempat

Pondok Arun, kost2-an yang menyimpan banyak cerita. Mulai dari Ridho yang jatuh bersama motornya di rawa-rawa depan kost, trus callu yang bilang ke saya, “tanya orangtuamu, jangan terlalu berharap”, tragedi Nandar…..Fera (hahahha.. yang ini tidak boleh dibahas), diintip dikamar mandi oleh orang lantai 2 kost-an, hingga arisan. Dan masih banyak lagi kisah menarik lainnya. Dan saya rasa itu penting untuk saya tuliskan di blog ini. Tunggu saja teman-teman…

Kita mulai dari Arisan…

Kalau mendengar kata ‘arisan’, pasti langsung ingat ibu-ibu. Tapi saya lain lagi. Kalau mendengar ‘arisan’, saya pasti langsung ingat Asri Ajied (Duda dari Papua). Sudah lama ingin menuliskan ini di blog.ku, tapi tak pernah ingat. Ini karena kemarin dia (Asri A) menyinggung soal arisan. Bukan menyinggung lagi, dia menagih uang arisannya yang belum dia terima2 sampai hari ini. Padahal saya sudah berkali-kali bilang kalau saya sendiri belum dapat2 itu yang namanya uang arisan.

Jadi, waktu kuliah itu, kita adakan arisan yang di lot (begitu kami menyebutnya) tiap hari jumat, karena sabtu kan tidak ada yang kuliah. Jadi kita pilih hari dimana kita bisa cepat pulang dan semuanya ada pada hari itu. Arisan ini mengambil lokasi di Pondok Arun (Dekat poltek), pondokan yang paling dominan CH4. Saya sebut satu per satu ya nama2 peserta arisannya. Saya, Itha, Ndoth, Fadhel, Fani, Jessika, Asti, Susan, Fitto, Rahma, Reren, Solmin, Fera, Ridho, Andiez, Awi, Kiman, Denrio, Silas, Yahya, Nandar, Alan, Callu, Fatwa, A. Firman, tak ketinggalan Asri Ajied, maskotnya Arisan waktu itu, dan.. siapa lagi ya?? (teman2, ingatkan ka’ kalau ada yang belum saya sebutkan namanya).

Arisan di lot setelah sholat jumat. kalau katanya mereka (teman2 cowok yang sholat jumat), sholatnya tidak konsentrasi karena ingat arisan. Ada juga yang bilang, dia berdoa penuh agar arisannya naik. Aja aja ada cowok-cowok ini… maklumlah, mahasiswa rantau.. hihihi…..

Ingat betul waktu itu, sudah berapa kali di lot, namanya Asri belum juga keluar2. Meski bukan hanya dia yang namanya belum keluar2, tapi dia yang paling menonjol. Mengapa? Karena dia yang berinisiatif memeriksa nama-nama yang ada di dalam kotak itu. Dan ternyata, namanya memang tidak ada. Hahahaha.. ini ulahnya Itha. Dia sengaja tidak memasukkan namanya Asri. Padahal, si duda ini yang paling rajin bayarnya, paling rajin di tagih, bahkan ditagihnya berulang-ulang, tidak pandang tempat lagi tagihnya. Tiap ketemu dimana saja, pasti kita (Saya, Itha, Fadhel) teriak “Asri, bayar arisanmu..”, tidak perduli itu di kampus, dan lagi ramai. Kalau sudah begitu, dia pasti langsung bayar. Hahaha. Kadang asri bilang gini “perasaan minggu ini sudah saya bayar lunas…”. hahahaha.. memang betul asri, kau kadang bayar double… anggap saja kau lagi traktir kita… sebelum kau kembali ke kampungmu, Papua.

Intinya, Indahnya Arisan… 🙂 🙂 🙂 🙂

Be Sociable, Share!

    You may also like...

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.