Hilang…

hilang1 September 2008

Ini kisahku dan sahabatku, Itha di hari dimana kami berhasil melalui salah satu episode tersulit dalam hidup kami, yaitu Ujian Meja. Ujian yang seharusnya berlangsung tanggal 30 Agustus 2008 itu ditunda, dan dipindahkan ke tanggal 1 September, hari senin, bertepatan dengan awal Ramadhan.

Pagi itu, tanpa ada rasa tegang sedikitpun, kami (diriku dan itha) berangkat ke kampus untuk mengikuti ujian yang dijadwalkan jam 10 pagi di Ruang 206 lt.2. O iya sebelumnya sudah bertegang-tegang ria (ciri-ciri orang yang nilai bahasa indonya buruk ini… hihihi) di malam tanggal 30-nya. Jadi, dengan santai kami datang bersama 2 Acer black dan kabel LAN. Sesampai di kampus, kami mencari-cari penguji (Pak M, dan Pak Y) beserta pembimbing (Pak I dan Pak W) dan yang lainnya (Sekertaris). Ternyata Pak M lagi ngajar di jam ujian kami, dengan alasan dia lupa. Kami pun masuk ke ruang kuliahnya dan memanggil beliau. Kata beliau begini “hari ini ujiannya ya nona-nona.., saya lupa, tunggu sebentar ya…”.

Ok, sekarang saatnya. Semua sudah berkumpul di ruangan itu. Laptop dinyalakan dan dikoneksikan keduanya, program dibuka, skripsi mulai mereka periksa halaman per halaman. Saya mendapat giliran pertama ke penguji I untuk mempertanggungjawabkan tulisan kami. Sementara Itha terlebih dahulu di program yang kami buat di Penguji II. Buatku, tidak ada masalah waktu menghadapi penguji I dan pembimbing II. Yang masalah adalah, Itha mengacak-acak programnya hingga berubah bentuk dan modelnya waktu di uji oleh Penguji II. Hahahaha.. Waktu saya menghadap ke Penguji program, hanya bisa senyum-senyum sendiri sambil berkata dalam hati, “Ithaaaa…apa yang kau lakukan, kenapa tadi tak kau undo waktu sudah selesai kau ubah…”. Hahahaha.. tapi disitulah indahnya ujian kami. Beruntung mendapat Penguji, dan Pembimbing yang baik hati dan tidak sombong. Nahh,, waktu yudisium, kita dikukuhkan menjadi Master dengan title M.KOM. hahahaha… Pak M lagi Khilaf…. Hihihi… segera di ralat, nah pengukuhan yang sebenar-benarnya sungguh mengharukan. Alhamdulillah, Terima kasih untuk semuanya…

Pulangnya…

Ke parkiran, ketemu Callu,, dia bilang gini “Biar ko sarjana, tetap ko harus tanya orang tuamu, jangan terlalu berharap”. Biarpun sudah agak basi, tapi tetap lucu, mengingat sejarah keluarnya itu kalimat. Hihihiihi…

Pulang berdua dengan Itha, sok tau, lewat antang berharap nanti bisa tembus Puri Taman Sari, kediamanku.   🙂 🙂 🙂 . disitulah kami tersesat, entah bagaimana awalnya, tiba-tiba kita sudah berada di daerah sepi, daerah padang rumput yang kelihatannya tak berujung. Hahahaha. Harap-harap cemas di siang bolong yang luar biasa panas, dalam keadaan puasa pula.. tapi tidak menghilangkan rasa bahagia hari itu. Jalan terus… dan akhirnya kami keluar di toddopuli 10. Wah baru sadar, sudah lama tinggal di toddopuli, ternyata bisa tersesat juga ya….

Malamnya..

Sudah menjadi tradisi di CH4, sehabis ujian meja ataupun seminar, selalu ada acara makan-makan… Begitu juga malam itu. Makan2 bersama temans sehabis buka puasa….

Terima kasih teman untuk semua dukungannya waktu itu…    🙂 🙂 🙂

Be Sociable, Share!

    You may also like...

    4 Responses

    1. HAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAHA…………..

      ASTAGA….sy baru tau critax,,

      Tp 2 jempol untuk Itha Rusli plus 2 jempol kaki….trnyata kau hbat teman..klo sy dposisi mu (Itha) mgkn lbh parah lg…bs2 jd lg satu program baru tnpa naktahui fate.,,atw skalian install ulang kompx…hehehehehe….

      Fatz klo sy dposisimu trus dpt penguji plus pembimbing yg kilLer lbh baik ku install ulang hidupku skalian….heheheheh…

    2. FatzMursidin says:

      hahaha. Seperti itulah cerita sebenarnya. Program yg dikerjakan selama berbulan2 rusak skejap ditangannya (sdikit berlebihan) dan dia hanya senyum dgn muka tanpa dosa. Hahaha.
      Deh, jgn ko bilang, hampir ku instal ulang hidupnya (itha), ku format otaknya dan ku ganti casing nya. Hahaha, jgn mi sy d instal, msh bs ji di repair sj. Hahaha.

    3. huahhaha…dech kejam plus sadis mu itu mau ksibgt itha..saking panikmu itu die…tp nda usahmi tawwa ganti SPBUx(CPU)..,,hehe

      tp klo yg msalah tersesat djalan,,ku akui ko b’dua “ST12” alias..

      sotta…sotta..sotta..sotta…sotta…sotta…sotta…sotta…sotta…sotta..
      sotta…sotta…

    4. FatzMursidin says:

      hahaha… Sdh mi tawwa na ganti SPUnya (baca CPU) yg jadul itu. Tp tetap ji isinya CELERON. Hahahahaha..

      Masalah tersesat, itu biasa. Menghindari polisi. Maklum, pengendara ilegal yg msh polos, lugu dan baik. Hahhaha

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *