Malala Yousafzai : Berjuang Untuk Hak Anak

malala1Seperti biasanya, acara TV yang jarang sy lewatkan itu adalah Khazanah. Menurut saya, tanyangan ini sangat edukatif. Khususnya buat saya yang jarang baca buku. ūüėÄ .

Dan hari ini yang dibahas itu adalah Malala Yousafzai, aktivis remaja Muslim 16 tahun asal Pakistan yang di tembak oleh pasukan Taliban saat pulang sekolah. Waktu itu taliban melarang anak perempuan untuk bersekolah. Hal itulah yang membuat Malala memperjuangkan hak-haknya dan hak anak-anak perempuan untuk bisa bersekolah. Melalui blognya, Malala memberitahukan pada dunia bagaimana situasi di lembah swat, tempat tinggalnya yang melarang anak perempuan bersekolah. Dan hal itu mendapat respon besar dari Taliban. Hingga akhirnya menembak gadis ini tahun lalu (oktober 2012).

 

malala-Yousafzai_mainMemperjuangkan idealisme bukanlah hal yang salah. Namun ketika perjuangan itu dibarengi dengan kekejaman yang tidak berperikemanusiaan dan melanggar hak asasi hidup orang lain, pada akhirnya idealisme tersebut justur akan menghancurkan pandangannya sendiri. Dan hal itulah yang membuat Malala melakukan perlawanan. Hadirnya Malala telah membuka mata dunia, betapa besar pengorbanan Malala untuk memperjuangkan haknya. Dia hanya ingin bersekolah, setarakan ia dengan laki-laki dalam hal pendidikan. Cuma itu.

Meskipun telah mengalami percobaan pembunuhan atas dirinya, Malala tidak berhenti berjuang. Namun ia tidak ingin dikenang sebagai seorang perempuan yang ditembak Taliban, tetapi sebagai remaja perempuan yang berjuang untuk hak-haknya.

Ya Allah, sy sampai nangis waktu nonton. Bagaimana dia berpidato di sidang PBB di New York. Begini penggalan kata-katanya :

“Saya masih Malala yang sama, mimpi yang sama, harapan yang sama.
Saya masih Malala yang memiliki ambisi untuk menyuarakan hak pendidikan bagi seluruh anak di dunia.”

“Serangan pada tanggal 9 Oktober 2012 ini hanya bagian dari hidup saya, Saya ingin bekerja keras, saya ingin mengorbankan hidup saya untuk pendidikan anak perempuan”

Terakhir dia mengatakan, “Marilah kita mengambil buku dan pena. Mereka adalah senjata kita yang paling ampuh. Satu anak, satu guru, satu pena dan satu buku dapat mengubah dunia. “

Kesimpulan saya : Malala gadis remaja yang cantik, sangat cantik. Yang tidak hanya mengorbankan dirinya untuk haknya, melainkan untuk hak seluruh dunia. Hanya 1 dari 1000 orang didunia yang mempunyai keberanian yang sama. Saat remaja lain sibuk belajar dandan, mengumbar bahasa alay di sosial media, di pelosok Pakistan sana ada seorang remaja yang nyaris kehilangan nyawa karena membela hak anak di seluruh dunia. Dialah Malala Yousafzai. Subhanallah..

Be Sociable, Share!

    You may also like...

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.